Kami

Actant initiative

 

 

 

 

 


Tentang kami

Actant Initiative adalah lembaga konsultasi strategi komunikasi yang berangkat dari konsep actant—gagasan dalam pemikiran Latourian yang melihat bahwa agensi dalam narasi tidak hanya dimiliki manusia, tetapi juga oleh teknologi, kebijakan, infrastruktur, dan jejaring relasi yang membentuknya. Dengan spirit “Membangun Narasi untuk Daya dan Agensi,” kami membantu klien merancang strategi komunikasi yang menghidupkan daya, pengaruh, dan kapasitas agensi dalam ekosistem mereka.

 

Baca Manifesto Actant

Kenapa  


Actant Initiative adalah lembaga konsultasi strategi komunikasi yang berangkat dari konsep actant dalam pemikiran Latourian — bahwa actant bisa menjadi apa pun, siapa pun, dan dari mana pun sumber agensinya lahir.

Dalam kerja kami, kami percaya bahwa perubahan sosial tidak digerakkan oleh satu suara tunggal, tetapi oleh relasi dan narasi yang mengaktifkan banyak actant sekaligus.
Misi kami sederhana: membantu Anda menjadi actant dalam perubahan sosial yang ingin Anda wujudkan.

Kami bekerja agar narasi Anda punya daya, punya pengaruh, dan punya agensi—bukan hanya terdengar penting, tetapi terasa relevan, dekat, dan mampu menggerakkan ekosistem di sekitarnya.

Karena pada akhirnya, actant perubahan bisa berbentuk apa saja dan siapa saja… 

Tim Kami



Tim Actant Initiative digerakkan oleh  akademisi dan praktisi yang membawa pengalaman kumulatif lebih dari 20 tahun di industri strategi komunikasi, survei opini, riset sosial-politik untuk berbagai kebutuhan, dan etnografi/etnografi digital. Berbekal keilmuan yang kritis dan jam terbang lapangan yang panjang, kami membantu klien menjadi actant—aktor yang mampu menggerakkan perubahan, apa pun bentuk perannya.
Kerja kami diperkuat oleh jejaring mitra lintas ekosistem, mulai dari organisasi masyarakat sipil, kampus, jurnalis dan media, mitra internasional, hingga komunitas warga dari beragam daerah dan latar. Kami berpengalaman bekerjasama dengan jaringan CSO di isu digital, kolektif riset kampus, ruang redaksi media, serta kolaborator global dalam kerja dampak sosial.
Kami meyakini bahwa narasi yang kuat selalu lahir dari relasi yang luas dan pengalaman yang membumi.

Detta Rahmawan MA

Detta Rahmawan

Lead, Senior Researcher

Peneliti Sains-technology-sosial (STS)  yang memulai kiprahnya di studi media. Aktif sebagai peneliti dan juga menulis mengenai industri teknologi/iklan/media.

Fokus pada riset etnografi dan studi kritis terhadap ekosistem digital dan aktivisme digital.

 

 

Justito Adi Prasetio

Senior Researcher

Justito Adiprasetio adalah kandidat PhD Sosiologi  di University of Auckland dan dosen di Universitas Padjadjaran. Ia menyelesaikan dua gelar master di Universitas Gadjah Mada.

Menguasai metode analisis konten, analisis wacana, survei opini, dan kerja lapangan. Fokus riset pada meliputi misinformasi, krisis, sejarah komunikasi, serta wacana gender dan media digital. Aktif menulis di media dan jurnal ilmiah.

Pernah menjadi Co-Principal Investigator dalam riset misinformasi Pemilu 2019 di Indonesia, serta memimpin riset politik dan opini publik bersama berbagai lembaga dan organisasi sosial, pemerintah, hingga korporasi. Di luar akademik dan konsultasi, ia juga menulis buku mengenai relasi gender dan kuasa pengetahuan, termasuk karya Memaksa Ibu Jadi Hantu serta buku Komunikasi dan Kuasa, yang menelaah sejarah ilmu komunikasi di Indonesia.

 

Kunto Adi Wibowo

Senior Researcher

Saat ini menjadbat sebagai Kepala Program Studi Magister di Fakultas Ilmu Komunikasi. Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Center of Communication, Media, Cultural and Information System Studies di Universitas Padjadjaran

Memiliki pengalaman riset ekstensif, termasuk menjadi konsultan komunikasi, dan pollster untuk kandidat presiden, partai politik, serta calon gubernur pada Pemilu dan Pilkada 2018–2020. Ia juga pernah menjadi CEO  perusahaan strategi komunikasi.

Berpengalaman pada riset mengenai misinformasi di media sosial, dampak algoritma terhadap sikap dan perilaku politik, perubahan opini publik, serta dinamika digital dan demokratisasi di Indonesia.

Dzikrifa Ningtyas Aliifa

Associate Researcher

Menempuh pendidikan S-1 di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran dan saat ini sedang menempuh S-2 Ilmu Komunikasi Fikom Unpad.

Sejak masih menempuh pendidikan S-1, pernah terlibat dalam kegiatan riset sebagai
enumerator dan saat ini bekerja sebagai asisten riset di Pusat Studi Komunikasi, Media,
Budaya dan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadajran.

Minat dan pengalaman risetnya terkait ekosistem media, diskurus media online dan
media sosial pada isu-isu lingkungan dan kebijakan publik seperti: konservasi, krisis iklim, bencana, partisipasi publik, dan lainnya.

Rudi Dwi Hartanto

Associate Researcher

Tertarik pada Agitprop, Kebijakan di ranah Digital, dan Komunikasi dan Perubahan Sosial.  

Sejak 2017, Rudi terlibat dalam kajian periksa fakta (fact-checking) di Indonesia dan saat ini aktif meneliti mengenai narasi lingkungan dan transisi energi pada media sosial dan media massa, inklusi digital, kebijakan digital dan dinamika aktivisme digital. 

Pernah juga terlibat sebagai peneliti di tim kelompok kerja advokasi kebijakan terkait internet komunitas bermakna di Indonesia. Sebelumnya, ia juga pernah bekerja sebagai konsultan komunikasi untuk organisasi lingkungan, konservasi, lembaga politik, dan organisasi masyarakat sipil, serta memimpin riset politik dan opini publik untuk berbagai lembaga.

Di luar pekerjaan, Rudi aktif bersepeda.

 

Abie Besman

Senior Researcher

Mantan jurnalis senior di Kompas TV dan dosen di Universitas Padjadjaran & Telkom University. Meraih gelar Doktor Ilmu Komunikasi (2023) dengan fokus historiografi media.

Peneliti Fulbright Visiting Scholar di Texas Tech pada tahun 2024, saat ini sedang melakukan penelitian mengenai politik media di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran.

Bergabung dengan IVLP pada tahun 2022 dan menulis biografi Pierre Tendean yang laris. Abie  juga turut membantu menyusun pedoman etika AI untuk jurnalisme di Indonesia.